Kepala UNRWA: Israel Blokir Bantuan Makanan ke Gaza Lebih dari Lima Bulan, Krisis Kemanusiaan Makin Parah

GENEVA – Blokade Bantuan Gaza Picu Krisis Kemanusiaan, Kepala Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA), Philippe Lazzarini, memperingatkan bahwa Israel menutup jalur masuk bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza selama lebih dari lima bulan. Ia menegaskan bahwa blokade tersebut mencakup makanan, obat-obatan, dan kebutuhan pokok, sehingga memicu kondisi kemanusiaan terburuk sejak awal konflik.

“Kelaparan ini buatan manusia, bukan bencana alam,” ujar Lazzarini di markas besar PBB di Jenewa. “Kami menyimpan cukup pasokan untuk memberi makan seluruh penduduk Gaza selama berbulan-bulan, namun Israel menahannya di perbatasan.”

Stok Bantuan Mengendap di Perbatasan

UNRWA melaporkan bahwa gudang di Al Arish, Mesir, penuh dengan bahan makanan, air bersih, perlengkapan medis, sabun, dan produk kebersihan. Stok tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan dua juta penduduk Gaza, termasuk satu juta anak-anak, selama lebih dari tiga bulan. Namun, semua pasokan itu tetap berada di luar Gaza karena israel blokade bantuan Gaza.

“Setiap hari truk bantuan mengantre di perbatasan,” kata Lazzarini. “Petugas kami menunggu izin yang tidak pernah datang. Sementara itu, anak-anak tidur lapar, orang tua kehabisan tenaga mencari makanan, dan rumah sakit kehabisan obat.”

Kelaparan Meluas dan Mematikan

Kelangkaan makanan memicu malnutrisi parah di seluruh Gaza. Laporan Kementerian Kesehatan Palestina mencatat lebih dari 1.000 warga meninggal sejak akhir Mei saat mencari bantuan di lokasi distribusi. Sebagian besar korban adalah perempuan dan anak-anak.

Gaza Humanitarian Foundation (GHF), yang mengelola sebagian distribusi bantuan, menuai kritik karena metode pembagian yang tidak aman. Ribuan warga berdesakan dan berebut sekantong tepung atau sebotol air. Kondisi tersebut sering berakhir ricuh dan menimbulkan korban.

“Kelaparan bukan hanya melemahkan tubuh, tetapi juga merenggut martabat manusia,” kata seorang dokter sukarelawan. “Saya melihat tetangga yang biasanya membantu satu sama lain kini berebut makanan demi bertahan hidup.”

Tenaga Medis Ikut Tumbang

Dokter, perawat, dan staf kemanusiaan juga merasakan dampak kelaparan. Banyak tenaga medis pingsan saat bertugas karena tidak mendapat asupan gizi memadai. Kondisi ini mengurangi kemampuan rumah sakit untuk menangani pasien.

Di sebuah klinik di Gaza utara, seorang perawat yang merawat pasien luka akibat serangan udara ambruk karena tidak makan selama dua hari. “Kami tidak bisa menyelamatkan nyawa orang lain jika kami sendiri kelaparan,” ujar rekannya.

Rumah sakit menghadapi kekurangan bahan bakar, sehingga generator hanya menyala beberapa jam sehari. Tim medis terpaksa melakukan operasi darurat dengan anestesi terbatas, dan pasien harus berbagi tempat tidur.

Korban Perang Terus Bertambah

Sejak Oktober 2023, konflik menewaskan hampir 59.000 warga Gaza. Angka ini mencakup korban serangan langsung, kelaparan, penyakit, dan kekurangan perawatan medis. Anak-anak menjadi kelompok paling rentan karena hampir setengah populasi Gaza berusia di bawah 15 tahun.

“Setiap angka dalam data kematian adalah seorang manusia dengan keluarga dan impian,” kata Lazzarini.

Tekanan Dunia Internasional

Uni Eropa, Liga Arab, dan berbagai LSM mendesak Israel membuka jalur kemanusiaan. Sekretaris Jenderal PBB António Guterres menuntut semua pihak mematuhi hukum perang, melindungi warga sipil, dan memastikan bantuan masuk.

Israel menolak tuduhan memblokir bantuan tanpa alasan, dan mengklaim bahwa kelompok bersenjata di Gaza menyalahgunakan jalur bantuan untuk menyelundupkan senjata. UNRWA membantah tuduhan itu dan menegaskan bahwa mereka selalu mengawasi proses distribusi.

Gaza sebagai “Neraka di Bumi”

UNRWA menggambarkan Gaza sebagai “neraka di bumi”. Reruntuhan bangunan, pasar kosong, dan bau busuk dari sampah serta bangkai hewan memenuhi jalan-jalan. Kekurangan air bersih memperburuk situasi kesehatan.

“Kami melihat kehancuran total kehidupan sipil,” ujar seorang pejabat UNRWA. “Jika bantuan tidak masuk dalam hitungan minggu, kita akan menghadapi kelaparan massal terburuk di abad ini.”

Foto-foto yang tersebar memperlihatkan anak-anak kurus kering, ibu yang memeluk bayi kelaparan, dan warga membakar furnitur untuk memasak makanan sisa.

Tuntutan UNRWA

Lazzarini menyampaikan tiga tuntutan utama:

  1. Buka semua jalur darat untuk bantuan kemanusiaan tanpa hambatan.
  2. Hentikan blokade total terhadap makanan, air, obat-obatan, dan bahan bakar.
  3. Lindungi staf kemanusiaan serta penerima bantuan di Gaza.

“Bantuan adalah hak, bukan alat tawar-menawar politik,” tegasnya. “Setiap hari pintu tertutup, nyawa melayang.”

Distribusi Bantuan Penuh Risiko

Distribusi bantuan di Gaza menghadapi ancaman serangan dari udara dan darat. Perpecahan di dalam Gaza juga memperumit proses pembagian. Bahkan ketika bantuan berhasil masuk, jumlahnya terlalu kecil untuk memenuhi kebutuhan harian dua juta orang. Satu truk hanya cukup memberi makan sebagian kecil distrik selama beberapa hari.

Harapan yang Kian Pudar

Banyak warga Gaza merasa kehilangan harapan. Mereka sudah mendengar janji dari luar negeri berkali-kali, namun kondisi di lapangan tetap sama. Blokade berlanjut, kelaparan meningkat, dan perang belum berakhir.

“Saya hanya memikirkan bagaimana memberi makan anak saya hari ini,” kata Rami, seorang ayah tiga anak. “Besok? Saya tidak tahu.”

Kepala UNRWA: Israel Blokir Bantuan Makanan ke Gaza Lebih dari Lima Bulan

Krisis kemanusiaan di Gaza mencapai titik kritis. blokade bantuan Gaza selama lebih dari lima bulan memicu kelaparan, penyakit, dan kematian setiap hari. UNRWA memperingatkan dunia agar bertindak cepat sebelum bencana ini menjadi catatan kelam sejarah.

Rangkuman Situasi (Agustus 2025):

Isu UtamaRincian
Durasi BlokadeLebih dari 5 bulan tanpa bantuan resmi dari UNRWA.
Stok BantuanCukup untuk 3 bulan, tertahan di perbatasan Mesir dan Israel.
Korban Kelaparan1.000+ meninggal sejak Mei akibat berebut bantuan atau malnutrisi.
Kondisi Tenaga MedisDokter dan perawat tumbang karena kelaparan.
Total Korban PerangHampir 59.000 jiwa sejak Oktober 2023.
Desakan UNRWABuka jalur darat, cabut blokade, dan lindungi proses distribusi.

slot online

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *