
Polri Pamerkan Lebih dari 20 Robot di HUT Bhayangkara ke-79
Faisal Irfani – Jurnalis BBC News Indonesia | 2 Juli 2025
Pada peringatan HUT Bhayangkara ke-79, Kepolisian Republik Indonesia (Polri) memperkenalkan lebih dari 20 robot dengan beragam bentuk dan fungsi. Robot-robot tersebut mencakup humanoid, robot anjing (robot dog), kendaraan tempur mini (robot tank), drone, serta Ropi—singkatan dari “robot pintar”.
Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Sandi Nugroho, mengatakan bahwa penggunaan robot dalam tugas-tugas kepolisian bukanlah hal baru di dunia. Ia menyebut beberapa negara yang sudah lebih dulu memanfaatkan teknologi serupa.
“Thailand telah memperkenalkan robot humanoid. Dubai juga sudah menggunakan robot untuk membantu tugas kepolisian. China menguji coba robot polisi untuk patroli, dan Singapura bahkan mengembangkan kecoak cyborg untuk keperluan SAR (search and rescue),” ujar Sandi pada Senin (30/6).
Rencana Strategis Polri 2025–2045. Untuk robot anjing
Sandi menambahkan bahwa program robotik ini merupakan bagian dari Rencana Strategis Polri 2025–2045. Pemerintah akan mulai menggunakan anggaran pengadaan robot anjing pada tahun 2026.
Sejumlah peneliti antikorupsi dan pegiat hukum menyoroti rencana Polri menggunakan robot dalam tugas kepolisian. Mereka mempertanyakan akuntabilitas kebijakan ini karena tidak menemukan dokumen resmi sebagai landasan pengadaan.
Dari sisi prioritas kebijakan, pihak terkait menilai pengadaan robot tidak mendesak karena masalah utama di tubuh kepolisian lebih berkaitan dengan tata kelola dan reformasi institusi daripada teknologi canggih.
Sorotan juga datang dari segi pendanaan. Harga satu robot humanoid disebut melampaui anggaran perawatan mobil Brimob di Polda Bengkulu (Rp200 juta) dan biaya perawatan gedung Rumah Sakit Bhayangkara di Blora, Jawa Tengah (Rp89 juta).
Polri Gandeng PT Sari Teknologi, Terinspirasi China dan Dubai
Polri menggandeng PT Sari Teknologi, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang riset dan edukasi robotika serta kecerdasan buatan (AI). Yohanes Kurnia mendirikan perusahaan ini pada 2006 di Jakarta. Yohanes menegaskan Indonesia sebenarnya punya potensi besar di bidang robotik, tapi selama ini negara ini hanya berperan sebagai pengguna akhir saja. Ia mendorong anak-anak Indonesia untuk menciptakan dan mengembangkan robot sendiri, bukan hanya membeli dari luar negeri.
“Kami ingin anak Indonesia membuat robotnya sendiri dan tidak cuma membeli dari luar,” ujar Yohanes, yang dijuluki ‘Tony Stark dari Cengkareng’ oleh salah satu media nasional karena kiprahnya dalam dunia robotika.

Upaya PT Sari Teknologi membangun ekosistem robotik di Indonesia
PT Sari Teknologi terus memperluas inovasinya dengan membangun ekosistem robotik nasional, mulai dari solusi parkir otomatis hingga robot Ropi, yang kini mendapat pengakuan dari Polri.
Sebelumnya, PT Sari juga mengembangkan berbagai produk teknologi yang mendukung kemajuan tersebut. Portofolio mereka mencakup:
- Sistem parkir otomatis
- Robot pembersih
- Alat bantu pernapasan yang digunakan selama pandemi Covid-19
Salah satu produk andalan mereka adalah Robot Pintar Indonesia (Ropi). Robot ini dirancang untuk melayani pelanggan dengan ramah dan efisien di berbagai sektor industri. Ropi: Robot Pelayanan Berbasis AI
Ropi bekerja dengan mengandalkan aplikasi pintar dan sistem pengenalan wajah (face recognition) yang terhubung dengan mesin kecerdasan buatan (AI). Robot ini dirancang untuk membantu konsumen saat:
- Berbelanja
- Memesan makanan
- Membeli tiket bioskop
Ezra Robotics dan PT Sari Teknologi bekerja sama dengan Polri untuk menyiapkan robot anjing dan humanoid, sementara Ropi mengandalkan pendekatan berbasis AI sebagai solusi layanan digital masa depan yang mampu menjangkau berbagai kebutuhan pengguna di ruang publik.
Polri menggandeng PT Sari Teknologi dan bekerja sama dengan Ezra Robotics, perusahaan teknologi yang mengembangkan robot berkaki empat (quadruped). Merujuk situs resminya, Ezra Robotics mengembangkan produk robot anjing hasil kolaborasi dengan pabrikan asal China, Deep Robotics.
Pada Mei 2025, Ezra Robotics menjalin kerja sama strategis dengan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) untuk memproduksi robot anjing cerdas yang mampu menjawab kebutuhan industri dan masyarakat.
Robot Humanoid: Tugas Khusus di Kepolisian
PT Sari Teknologi menyuplai robot humanoid ke Polri.
CEO Yohanes Kurnia menyebut bahwa mereka menyesuaikan robot ini dengan “kebutuhan unik kepolisian,” terutama untuk meningkatkan pelayanan dan keamanan publik.
Polri mengklaim robot humanoid ini efektif untuk:
- Pemindaian wajah (face recognition)
- Pemantauan pelanggaran lalu lintas elektronik
- Tugas dinamis berkat kemampuan bergerak bebas dan pandangan 360 derajat
Penggunaan robot-robot ini menjadi bagian dari strategi Polri menuju era digital, di mana pemanfaatan mengungkap dan menagkap seperti agen slot online dan platform digital lainnya.